Prediksi Rusia vs Arab Saudi 14 Juni 2018

Interbola - Piala Dunia 2018 akan dibuka dengan laga Grup A antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi di Luzhniki Stadium, Kamis (14/6). Ada sebuah beban cukup berat yang ditanggung oleh Rusia.

Sebagai tuan rumah, Rusia tentu menginginkan hasil terbaik di laga pembuka. Ini penting bagi mereka. Jika sampai kalah, seantero negeri bakal kecewa. Namun jika menang, antusiasme publik bakal meningkat dan pasukan Stanislav Cherchesov pun bisa lebih percaya diri menatap laga melawan Mesir di matchday berikutnya.

Meski begitu, Rusia sama sekali tidak boleh meremehkan Arab Saudi. Satu pemain yang wajib diwaspadai oleh Rusia adalah Mohammad Al-Sahlawi, yang mencetak 16 gol sepanjang babak kualifikasi dan menjadi joint-top scorer bersama Robert Lewandowski (Polandia) serta Ahmed Khalil (Uni Emirat Arab).

Arab Saudi akan menjadi tim Asia pertama yang memainkan laga pembuka Piala Dunia. Mereka tentu tak mau tampil memalukan. Terlebih lagi, The Green Falcons juga butuh modal bagus sebelum menghadapi Uruguay di pertandingan kedua.

Selain itu, jika melihat peringkat FIFA, Arab Saudi (67) berada sedikit di atas Rusia (70). Ini bisa jadi laga pembuka yang cukup berimbang.

Perkiraan susunan pemain :

Rusia (3-5-2): Akinfeev; Ignashevich, Smolnikov, Vasin; Samedov, Dzagoev, Golovin, Yerokhin, Zhirkov; Smolov, Dzyuba.
Pelatih: Stanislav Cherchesov.

Arab Saudi (4-2-3-1): Al-Mayouf; Al-Harbi, Omar Hawsawi, Osama Hawsawi, Al-Shahrani; Al-Faraj, Al-Khaibri; Al-Shehri, Al-Dawsari, Al-Jassim; Mohammad Al-Sahlawi.
Pelatih: Juan Antonio Pizzi.

Fernando Hierro Resmi Jadi Pelatih Baru Spanyol

INTERBOLA - Tak butuh waktu lama bagi Federasi Sepak Bola Spanyol [RFEF] untuk segera melantik pelatih baru pasca mendepak Julen Lopetegui. RFEF resmi menunjuk Fernando Hierro untuk menjadi pelatih baru di Piala Dunia 2018.

Sebelumnya, RFEF terpaksa harus memecat Lopetegui sehari jelang Piala Dunia 2018 dimulai. Hal ini tidak lepas dari keputusan Lopetegui yang menerima jabatan sebagai pelatih Real Madrid.

Pasca pemecatan Lopetegui, Fernando Hierro akan memimpin La Roja di Piala Dunia 2018.  Dalam waktu dekat, Hierro akan segera memimpin latihan resmi Spanyol sebelum menjalani laga perdana melawan tim nasional Portugal.

“Fernando Hierro akan mengambil tanggung jawab tim nasional pada Piala Dunia di Rusia dan akan hadir di depan media yang didampingi oleh Presiden RFEF, Lus Rubiales,” tulis RFEF di situs resmi mereka.

“Selanjutnya, Hierro akan memimpin latihan perdananya dan pada hari Jum’at dia akan menjalani debut di Sochi di pertandingan perdana Spanyol melawan Portugal,” sambung pernyataan resmi tersebut.

Hierro bukan sosok yang baru dalam belantika sepak bola Spanyol. Hierro adalah salah satu legenda bagi timnas Spanyol, dan juga Real Madrid. Sosok berusia 50 tahun sebelumnya juga terlibat dalam jabatan teknis di kepelatihan timnas Spanyol.

Hierro memiliki 89 caps bersama Timnas Spanyol di level senior dan mencatatkan 29 gol. Cukup produktif untuk pemain dengan posisi sebagai bek tengah atau gelandang bertahan.

Heirro tidak memberikan gelar juara untuk Spanyol. Namun, dia punya segudang catatan manis bersama dengan Madrid. Lima gelar juara La Liga pernah diberikan oleh Hierro kepada Los Blancos. Selain itu, ada pula tiga gelar Liga Champions.

 

Real Madrid, Raja Eropa Yang Sesungguhnya

www.interbola.org - Raksasa Spanyol, Real Madrid kembali membuktikan keperkasaan mereka di tanah Eropa. Mereka resmi membuktikan diri mereka sebagai Sang Raja Eropa dengan memenangkan trofi Liga Champions ke tiga belas mereka di Kiev pada dini hari tadi.

Real Madrid membuat sejarah baru dini hari tadi. Mereka berhasil mengalahkan Liverpool di final Liga Champions 2017/2018 dengan skor 3-1, berkat gol Karim Benzema dan Brace Gareth Bale.

Trofi ini bisa dikatakan trofi yang spesial bagi Madrid karena mereka mendominasi Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Mereka memenangkan 4 gelar yang tersedia dalam lima tahun terakhir, dan tiga gelar terakhir dimenangkan secara beruntun.

Trofi yang mereka raih di Kiev dini hari tadi menegaskan status mereka sebagai raja Eropa yang sesungguhnya. Pasalnya belum ada tim yang bisa meraih trofi Si Kuping Lebar sebanyak yang diraih tim asal Ibukota Spanyol tersebut.

13 trofi yang diraih Real Madrid itu merupakan jumlah trofi Liga Champions terbanyak yang bisa diraih oleh satu tim. Raihan trofi mereka nyaris dua kali lipat dari Inter Milan yang berada di peringkat 2. Berikut adalah daftar 7 besar peraih trofi Liga Champions:

  • Real Madrid (13): 1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002, 2014, 2016, 2017, 2018
  • AC Milan (7): 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007
  • Bayern Munchen (5): 1974, 1975, 1976, 2001, 2013
  • Barcelona (5): 1992, 2006, 2009, 2011, 2015
  • Liverpool (5): 1977, 1978, 1981, 1984, 2005
  • Ajax (4): 1971, 1972, 1973, 1995
  • Manchester United (3): 1968, 1999, 2008
  • Inter Milan (3): 1964, 1965, 2010.

Siapa pun Pelatih Baru Madrid, Mustahil Lebih Baik dari Zidane

Interbola - Zinedine Zidane baru saja memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid setelah dipercaya menjadi pelatih kepala selama dua setengah tahun terakhir.

Walaupun hanya sebentar menjabat, Zidane sudah mempersembahkan sembilan trofi. Tiga di antaranya adalah trofi Liga Champions yang dia raih berturut-turut sejak 2015/16 hingga 2017/18.

Keputusan Zidane itu tentu mengejutkan banyak pihak, terlebih dia membuat pengumuman itu tidak sampai sepekan setelah membawa Madrid meraih gelar juara Liga Champions tiga kali beruntun.

Tak terkecuali Luis Figo, yang tak bisa menutupi keterkejutannya. Tapi bagaimanapun dia meminta semua pihak untuk tetap menghargai keputusan Zidane itu.

Figo merupakan salah satu dari beberapa pesepak bola yang pernah berbagi lapangan dan merasakan magis Zidane. Kala itu keduanya juga membela Real Madrid.

"Zidane adalah kawan dan apa pun yang dia lakukan akan saya dukung," jelas Figo dinukil dari marca.

"Setelah semua hal yang sudah dia dapatkan dalam beberapa tahun terakhir, mungkin dia sudah mencapai batas tertinggi."

Dikatakannya, siapa pun pelatih anyar Madrid nanti, adalah kemustahilan untuk menyamai pencapaian Zidane. Figo tampaknya sangat yakin dengan hal ini.

"Melakukan lebih baik daripada yang sudah dia raih adaah mustahil."

"Keputusannya memang mengejutkan kita semua tapi dia tahu alasannya dan itulah yang harus dihargai," tandas dia.

Prediksi Real Madrid vs Liverpool 27 Mei 2018

www.interbola.org - Real Madrid dan Liverpool akan bertarung di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, dalam partai final Liga Champions 2017/18, Minggu (27/5). Mereka akan saling memperebutkan supremasi tertinggi di kancah sepakbola antarklub Eropa.

Madrid, yang memegang rekor 12 gelar dan merupakan juara di dua edisi terakhir, mengincar hat-trick gelar. Sementara itu, Liverpool menatap titel mereka yang keenam.

Ini adalah bentrokan antara dua tim yang sangat identik dengan sepakbola ofensif. Liverpool racikan Jurgen Klopp merupakan top scorer turnamen dengan torehan 40 golnya, sedangkan Madrid besutan Zinedine Zidane telah mengukir 30 gol dari fase grup hingga semifinal.

Di kubu Madrid, tumpuan utama serangan mereka tentu saja Cristiano Ronaldo. Raja gol Liga Champions itu memimpin daftar top scorer sementara kompetisi musim ini dengan lesakan 15 golnya. Menguntit di belakangnya adalah tiga tombak Si Merah, yakni Mohamed Salah (10 gol), Roberto Firmino (10 gol) dan Sadio Mane (9 gol).

Madrid dan Liverpool sama-sama tim yang ofensif, tapi mereka juga sama-sama memiliki pertahanan yang cukup rawan kebobolan. Madrid sudah kebobolan 15 gol, sedangkan Liverpool 13. Rata-ratanya satu koma sekian per laga.

Bicara pengalaman, Madrid jelas lebih unggul. Final musim ini adalah final keempat Madrid dalam lima musim terakhir dan juara pada edisi 2013/14, 2015/16 dan 2016/17. Liverpool terakhir kali tampil di final Liga Champions adalah pada musim 2006/07 silam, di mana mereka kalah 1-2 melawan AC Milan.

Dari sisi pelatih, bisa dibilang seimbang. Zidane belum pernah bertemu Klopp maupun Liverpool sebelumnya, tapi dia sudah berpengalaman membawa Madrid meraih dua gelar di kompetisi elit ini. Sementara itu, Klopp belum pernah menjuarai Liga Champions, tapi berpengalaman mengalahkan Madrid ketika masih melatih Borussia Dortmund. Itu termasuk menyingkirkan Madrid di semifinal 2012/13, sebelum dikalahkan Bayern Munchen di final.

Di sisi penjaga gawang, Keylor Navas dan Loris Karius bisa dikatakan selevel. Namun untuk lini tengah, Madrid punya keunggulan. Di atas kertas, Toni KroosCasemiro dan Luka Modric berada setingkat di atas trio gelandang Liverpool yang kemungkinan diisi James MilnerJordan Henderson dan Georgino Wijnaldum.

Madrid unggul di lini tengah dan pengalaman. Liverpool lebih baik dalam performa keseluruhan mereka di Liga Champions musim ini. Perempat final dan semifinal Liverpool lebih impresif dibandingkan Madrid.

Sulit memprediksi laga ini. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Siapa yang paling mampu mengeksploitasi kelemahan lawannya, itulah yang bakal keluar sebagai pemenang dan berhak meraih trofi.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Madrid (4-3-1-2): Navas; Marcelo, Ramos, Varane, Carvajal; Kroos, Casemiro, Modric; Isco; Ronaldo, Benzema.
Liverpool (4-3-3): Karius; Robertson, Van Dijk, Lovren, Alexander-Arnold; Milner, Henderson, Wijnaldum; Mane, Firmino, Salah.

HEAD TO HEAD (5 PERTEMUAN TERAKHIR)
05-11-2014 Madrid 1-0 Liverpool (UCL)
23-10-2014 Liverpool 0-3 Madrid (UCL)
11-03-2009 Liverpool 4-0 Madrid (UCL)
26-02-2009 Madrid 0-1 Liverpool (UCL)
27-05-1981 Liverpool 1-0 Madrid (UCL).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR MADRID
02-05-2018 Madrid 2-2 Bayern (UCL)
07-05-2018 Barcelona 2-2 Madrid (La Liga)
10-05-2018 Sevilla 3-2 Madrid (La Liga)
13-05-2018 Madrid 6-0 Celta (La Liga)
20-05-2018 Villarreal 2-2 Madrid (La Liga).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR LIVERPOOL
25-04-2018 Liverpool 5-2 Roma (UCL)
28-04-2018 Liverpool 0-0 Stoke (EPL)
03-05-2018 Roma 4-2 Liverpool (UCL)
06-05-2018 Chelsea 1-0 Liverpool (EPL)
13-05-2018 Liverpool 4-0 Brighton (EPL).

PREDIKSI SKOR
Duel Marcelo vs Mohamed Salah diprediksi bakal berpengaruh terhadap hasil akhir laga.

Marcelo dianggap sebagai titik lemah Madrid. Bek kiri Brasil itu adalah bek sayap berjiwa ofensif, yang kadang lupa dengan tugasnya bertahan. Melawan Liverpool, Marcelo tak boleh gegabah. Pasalnya, di sektor kanan serangan Liverpool, ada Mohamed Salah.

Sejumlah reporter UEFA.com bahkan beranggapan bahwa inilah key battledalam final nanti.

Jika Marcelo menampilkan permainan terbaik dan mampu mematikan Salah, Madrid menang. Jika Marcelo membiarkan Salah merajalela, Madrid akan berada dalam masalah besar.

Final ini sendiri diprediksi bakal menyajikan banyak gol. Minimal empat gol bakal tercipta.

Dari jajak pendapat di salah satu situs penyedia statistik terkemuka, dua prediksi skor berikut inilah yang berada di dua teratas. Liverpool menang 3-2 (23,23%), atau Madrid menang 3-1 (17,17%).

Facebook Page