Higuain: Marcos Rojo Selamatkan Argentina

Interbola - Penyerang Timnas Argentina, Gonzalo Higuain mengaku sangat bahagia atas gol yang dicetak Marcos Rojo. Higuain menyebut Rojo telah menjaga mimpi Argentina tetap berada dalam jalurnya.

Timnas Argentina berada dalam bahaya besar pada pertandingan melawan Nigeria dini hari tadi. Mereka nyaris tersingkir dari Rusia hingga 5 menit jelang laga usai setelah mereka ditahan imbang wakil Afrika itu dengan skor 1-1.

Namun memasuki menit 86, Argentina berhasil unggul kembali. Adalah Marcos Rojo yang tampil heroik dengan membenamkan bola ke gawang kiper Nigeria.

Higuain merasa sangat lega karena Rojo mencetak gol penting itu. "Ketika Marcos mencetak gol, ada rasa bahagia dan rasa lega yang menghampiri tim kami," buka Higuain kepada Goal International.

Higuain berpendapat bahwa timnya memang layak untuk lolos karena timnya sudah tampil maksimal pada laga tersebut.

"Saya selalu percaya bahwa kami memang layak untuk lolos ke babak 16 besar. Suasana di ruang ganti kami benar-benar bahagia setelah kemenangan ini."

"Kami berjuang mati-matian, kami terus berlari dan bertarung melawan tim yang sangat kuat secara fisik seperti Nigeria. Kami benar-benar bangga dengan permainan yang sudah kami mainkan."

Pada laga itu, Argentina harusnya dihukum penalti setelah Marcos Rojo melakukan handsball. Namun Higuain menyanggah bahwa hal itu bukanlah penalti.

"Saya rasa peluang itu bukanlah penalti. Marcos menyundul bola dengan kepala dan bola itu sedikit menyentuh tangannya." tandasnya.

Timnas Argentina akan menghadapi partai yang sangat berat di babak 16 besar nanti. Mereka harus menghadapi salah satu unggulan juara, Prancis untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.

Mampukah Australia Tembus 16 Besar Piala Dunia 2018?

Interbola - Australia akan bertemu dengan Peru di pertandingan terakhir penyisihan Grup C Piala Dunia 2018. Pertandingan ini akan digelar di Fisht Olympic Stadium, Selasa (26/6) hari ini pukul 21:00 WIB.

The Socceroos masih tanpa kemenangan pada turnamen sepakbola terbesar di dunia ini setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Denmark di Samara Stadium beberapa waktu lalu. Sebelumnya, mereka kalah melawan Prancis di pertandingan pertama dengan skor 1-2.

Dengan hasil dari dua pertandingan itu, Australia saat ini ada di posisi ketiga klasemen Grup  C dengan raihan satu poin dari dua pertandingan. Mereka berada tiga poin di belakang Denmark yang menempati posisi kedua.

Harapan dari anggota sepakbola Asia (AFC) tersebut untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka. Syaratnya, Australia harus meraih kemenangan saat melawan Peru di pertandingan terakhir, dan sekaligus berharap pertandingan Prancis vs Denmark berjalan sesuai harapan mereka, yakni berakhir dengan kekalahan Denmark.

Skenario tersebut akan menjadi impian dan harapan seluruh rakyat Australia karena hasil itu juga sekaligus melapangkan jalan mereka ke babak 16 besar, yang juga akan menjadi yang pertama kalinya sejak 2006 silam.

Namun itu bukan satu-satunya syarat bagi Australia untuk lolos. Karena bila mereka menang dan Denmark kalah, maka kedua tim akan memiliki poin yang sama, empat poin. Nah, di sinilah peraturan dari FIFA akan memainkan peran.

Ya, bila ada dua tim yang memiliki poin yang sama, maka yang pertama dihitung melalui aturan FIFA kali ini adalah selisih gol terbaik, bila masih sama maka akan dilihat tim mana yang paling banyak mencetak gol. Misalnya, Australia menang 1-0 atas Peru dan Denmark kalah 0-1 dari Prancis, maka selisih gol kedua tim adalah 0, namun Socceroos bisa menggeser posisi Denmark di posisi kedua karena memiliki jumlah gol memasukkan yang lebih baik.

Namun bila Australia menang 1-0 sementara Denmark kalah 2-3 dari Prancis, maka Australia akan tetap tersingkir karena kalah produktivitas gol dibandingkan Cristian Eriksen dkk.

Australia sendiri diprediksi akan mengalahkan Peru, yang masih belum mendapatkan poin di dua pertandingan sebelumnya setelah kalah dari Prancis dan Denmark, ditambah cederanya salah satu pemain utama mereka, Jefferson Farfan yang mengalami cedera kepala. Namun Mile Jedinak dkk tak boleh jemawa karena Peru akan bermain lepas dengan target meraih poin pertama mereka di Piala Dunia sekaligus pulang dengan kepala tegak.

Sebagai informasi, dua tim dari Grup C yang lolos akan bertemu dengan dua tim dari Grup D di babak 16 besar. Juara grup C akan bertemu runner up dari grup D, sementara runner up grup C akan bertemu juara grup D.

 

Bos Jerman Puji Semangat Tak Kenal Menyerah Timnya

Interbola - Pelatih Jerman, Joachim Low memuji semangat pantang menyerah yang ditunjukkan timnya kala menumbangkan Swedia dengan skor 2-1 di Sochi dini hari tadi.

Jerman sempat dibayangi kegagalan lolos ke fase 16 besar usai mereka tertinggal 0-1 hingga turun minum setelah Swedia mencetak gol lewat Ola Toivonen.

Namun Jerman tak menyerah. Setelah menyamakan skor berkat gol Marco Reus, sang jawara bertahan akhirnya berbalik menang lewat gol free kick Toni Kroos di detik-detik terakhir pertandingan.

Tak Panik

"Sesuatu yang saya apresiasi hari ini adalah kami tak kehilangan keberanian kami, kami tak panik setelah tertinggal satu gol," ujar Low seperti dikutip Sportsmole.

"Kami tetap menatap tegak dan berkata kami harus melakukan umpan-umpan cepat dan membuat Swedia kekelahan untuk membuka ruang," lanjutnya.

"Kami tak mencetak gol dari beberapa peluang bagus tapi kami tak kehilangan harapan bisa memenangi laga dan saya pikir gol yang kami cetak di injury time berbau sedikit keberuntungan tapi itu menunjukkan kepercayaan diri yang kami punya," tandasnya.

Masih Bernafas

Kemenangan ini membuat Jerman masih tetap bernafas di Piala Dunia 2018 meski sempat kalah lawan Meksiko di partai pertama.

Di laga selanjutnya, pasukan Low bakal menghadapi Korea Selatan yang sudah dipastikan tersingkir usai menelan dua kekalahan. Partai Korea Selatan versus Jerman bakal dihelat di Kazan Arena pada Rabu (27/6).

Inilah Daftar Tim yang Sudah Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2018

Interbola - Terdapat enam tim yang sudah memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Sementara itu terdapat delapan tim yang memastikan diri gulung tikar, terhitung per hari Senin (25/6) siang WIB.

Turnamen Piala Dunia 2018 ini masih menyisakan satu pertandingan fase grup, yang akan bergulir pada Senin hingga Kamis (28/6) mendatang. Delapan tim lainnya yang akan tersisih ditentukan dalam laga pamungkas tersebut.

Demikian pula untuk 10 tim yang akan lolos dari fase grup, diperlukan laga terakhir. Situasi ini membuktikan betapa sengitnya persaingan di Piala Dunia 2018.

Piala Dunia 2018 juga menjadi ujian berat bagi sejumlah negara-negara unggulan. Jerman, Argentina, dan Brasil yang belum memastikan tiket ke babak 16 besar turnamen empat tahunan ini.

Spanyol dan Portugal juga belum memastikan langkah mereka ke babak 16 besar. Baru Prancis, salah satu tim unggulan yang sudah pasti melaju dari fase grup.

 

 

 

Berikut daftar tim yang sudah lolos 16 besar Piala Dunia 2018.
Grup A
Rusia dan Uruguay

Grup B
-

Grup C
Prancis

Grup D
Kroasia

Grup E
-

Grup F
-

Grup G
Inggris dan Belgia

Grup H

Jadwal Pertandingan Hari Ini

Senin, 25 Juni 2018
Uruguay Vs Rusia - pukul 21.00 WIB - Cosmos Arena
Live Trans TV

Arab Saudi Vs Mesir - pukul 21.00 WIB - Volgograd Arena
Live Trans 7

Selasa, 26 Juni 2018
Iran Vs Portugal - pukul 01.00 WIB - Mordovia Arena
Live Trans 7

Spanyol Vs Maroko - pukul 01.00 WIB - Kaliningrad Stadium
Live Trans TV

Piala Dunia 2018: Swiss Bungkam Serbia, Persaingan Grup E Memanas

Interbola - Persaingan Grup E Piala Dunia 2018 semakin ketat setelah Swiss mengalahkan Serbia dengan skor 2-1 di Stadion Kaliningrad, Kaliningrad, Sabtu (23/6/2018) dini hari WIB. Dengan hasil ini, tiga tim masih punya peluang lolos ke babak 16 besar. 

Tambahan tiga poin membuat Swiss kini menempati posisi kedua dengan empat poin, sama dengan Brasil yang memuncaki klasemen Grup E. Sementara Serbia menempati posisi ketiga dengan tiga poin

Laga terakhir yang berlangsung 27 Juni 2018 bakal jadi penentu. Serbia wajib menang atas Brasil, sementara Swiss hanya butuh hasil imbang lawan Kosta Rika. 

Serbia langsung mengambil inisiatif untuk menekan. Hasilnya, mereka membuka keunggulan lewat gol sundulan Aleksandar Mitrovic pada menit ke-5. Pemain Newcastle United itu sukses memanfaatkan umpan dari Dusan Tadic.

Lima menit berselang, Swiss nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, bola hasil sepakan kaki kiri Blerim Dzemaili masih melenceng dari sasaran.

Unggul satu gol tak membuat Serbia cepat puas. Mereka terus menekan pertahanan Swiss. Dusko Tosic dan Sergej Milinkovic-Savic sempat mengancam gawang Swiss yang dikawal Yann Sommer. Namun, hasilnya nihil.

Pada menit ke-30, Swiss memiliki peluang emas untuk mencetak gol lewat sontekan Dzemaili. Namun, kesempatan itu kembali gagal berbuah gol. Kiper Serbia, Vladimir Stojkovic sigap mengamankan gawangnya.

Beberapa peluang tercipta sebelum babak pertama laga kedua Grup E Piala Dunia 2018 ini berakhir. Namun, skor 1-0 untuk Serbia tetap tak berubah setelah wasit meniupkan peluit tanda jeda istirahat.

Shaqiri Jadi Penentu

Pada babak kedua, giliran Swiss yang inisiatif menekan sejak awal. Beberapa kali pasukan Vladimir Petrovic melayangkan ancaman. Hasilnya, gawang Serbia bobol pada menit ke-52.

Granit Xhaka mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol indah. Dengan tenang, pemain Arsenal itu mencetak gol dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti.

Gol Xhaka melecut pemain Serbia. Aleksandar Kolarov dkk kian intens melancarkan serangan. Namun, Swiss bukan tanpa peluang meski belum mampu mencetak gol tambahan.

Pada menit ke-82, pemain pengganti Swiss, Breel Emboolo, nyaris mencetak gol kedua timnya. Tembakannya tepat ke sasaran, tapi masih belum bisa memperdaya kiper Serbia.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil jelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-90. Berawal dari serangan balik, Shaqiri yang lolos dari kawalan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Serbia.

Dengan tenang, pemain Stoke City itu mencetak gol dengan kaki kirinya. Gol Shaqiri menjadi menjadi penutup pertandingan ini

Susunan Pemain

 

Serbia (4-2-3-1): 1-Vladimir Stojkovic; 6-Branislav Ivanovic, 3-Dusko Tosic, 15-Nikola Milenkovic, 11-Aleksandar Kolarov; 21-Nemanja Matic, 4-Luka Milivojevic (18-Nemanja Radonjic 81); 10-Dusan Tadic, 20-Sergej Milinkovic-Savic, 17-Filip Kostic (22-Adem Ljajic 65); 9-Aleksandar Mitrovic

Swiss: (4-2-3-1): 1-Yann Sommer; 2-Stephan Lichtsteiner, 5-Manuel Akanji, 22-Fabian Schar, 13-Ricardo Rodríguez; 10-Granit Xhaka, 11-Valon Behrami; 23-Xherdan Shaqiri, 15-Blerim Dzemaili (7-Breel Embolo 73), 14-Steven Zuber (19-Josip Drmic94); 9-Haris Seferovic (18-Mario Gavranovic 46)

Facebook Page