Edinson Cavani, Predator Yang Mematikan

Interbola - Edinson Cavani adalah predator yang mematikan. Portugal sudah merasakan kebuasannya saat dikalahkan Uruguay di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Uruguay menang 2-1 di Fisht Stadium Sochi, Minggu (01/7). Cavani memborong dua gol Uruguay ke gawang Portugal.

Bermain selama 74 menit sebelum digantikan Cristhian Stuani akibat cedera, Cavani tercatat hanya mendapatkan tiga peluang. Namun dari tiga shots itu, dua mampu dikonversi oleh Cavani menjadi gol.

Dalam laga ini, efektivitas Cavani di depan gawang menjadi poin plus baginya. Dia pun terpilih sebagai Man of the Match.

Statistik Edinson Cavani (Uruguay) vs Portugal
Main: 74 Menit
Tembakan: 3
Tembakan tepat sasaran: 2
Gol: 2.

Dari tiga shots Cavani, dua di antaranya on target. Dua shots on target itu semuanya mengoyak gawang Portugal.

Cavani membuka keunggulan Uruguay di menit 7 usai menyambar crossing sang partner Luis Suarez. Portugal sempat menyamakan skor melalui Pepe di menit 55, tapi Cavani mampu mencetak gol keduanya di menit 62.

Gol kedua Cavani ini tercipta dari assist Rodrigo Bentacur, dan menjadi gol penentu kemenangan Uruguay. La Celeste lolos dan akan menghadapi Prancis di perempat final.

Forlan Yakin Uruguay Bisa Lumpuhkan Ronaldo

Interbola - Diego Forlan tidak memungkiri bahwa kehadiran Cristiano Ronaldo bakal sangat membahayakan bagi Uruguay. Tapi, Forlan yakin bawah barisan lini belakang negaranya mampu melumpuhkan Ronaldo.

Portugal akan menjadi lawan Uruguay di babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Laga bakal digelar Minggu (1/7) dini hari WIB di Olimpiyskiy Stadion Fisht.

Melawan Portugal, maka Uruguay sudah pasti harus melawan Ronaldo. Sebab, harus diakui jika peran pemain 33 tahun untuk Selecao Das Quinas lebih dari sekedar pemain penting. Ronaldo jadi kunci permainan negaranya.

Melawan Ronaldo diyakini oleh Forlan akan jadi tugas yang maha sulit. Tapi, legenda timnas Uruguay tersebut yakin negaranya mampu mengatasi Ronaldo. Forlan yakin dengan kinerja Diego Godin dan kolega.

"Ronaldo adalah seorang pemimpin, dia mencetak gol dan dia sangat penting untuk negaranya," buka Forlan.

"Kami adalah tim yang sangat kuat saat bertahan dan kami punya pemain di lini pertahanan yang sangat bagus. Ronaldo adalah pemain hebat, tapi saya yakin dengan pertahanan kami," tegas Forlan.

Uruguay adalah tim dengan pertahanan yang paling solid di Piala Dunia 2018. Sebab, dari tiga pertandingan yang sudah dijalani, belum ada gol yang bersarang di gawang Juara Piala Dunia 1930 tersebut.

Pasukan Oscar Tabarez selalu meraih cleansheet dari tiga pertandingan. Termasuk saat menang dengan skor 3-0 melawan tuan rumah Rusia.

Sementara itu, Ronaldo adalah mesin gol bagi Portugal. Pemain Real Madrid mencetak hattrick saat Portugal menahan imbang Spanyol 3-3. Satu dicetaknya saat Portugal menang 1-0 atas Maroko di laga kedua.

Pada saat berjumpa Iran, Ronaldo absen mencetak gol dan Portugal bermain dengan skor imbang 1-1.

Forlan tidak ingin langkah Uruguay terhenti di babak 16 Besar. Karena itu, mantan pemain Manchester United minta agar Luis Suarez dan kolega lebih fokus saat berjumpa Portugal, sang juara Euro 2018.

"Saya tidak merasa khawatir dengan lini pertahanan Uruguay, tapi harus lebih berhati-hati."

"Kami harus lebih berkonsentrasi lagi daripada pada pertandingan sebelumnya. Kami menghormati setiap pemain lawan, tapi kami tidak mengubah gaya kami karena lawannya adalah Portugal," tutup pemilik 112 caps untuk Uruguay tersebut.

Higuain: Marcos Rojo Selamatkan Argentina

Interbola - Penyerang Timnas Argentina, Gonzalo Higuain mengaku sangat bahagia atas gol yang dicetak Marcos Rojo. Higuain menyebut Rojo telah menjaga mimpi Argentina tetap berada dalam jalurnya.

Timnas Argentina berada dalam bahaya besar pada pertandingan melawan Nigeria dini hari tadi. Mereka nyaris tersingkir dari Rusia hingga 5 menit jelang laga usai setelah mereka ditahan imbang wakil Afrika itu dengan skor 1-1.

Namun memasuki menit 86, Argentina berhasil unggul kembali. Adalah Marcos Rojo yang tampil heroik dengan membenamkan bola ke gawang kiper Nigeria.

Higuain merasa sangat lega karena Rojo mencetak gol penting itu. "Ketika Marcos mencetak gol, ada rasa bahagia dan rasa lega yang menghampiri tim kami," buka Higuain kepada Goal International.

Higuain berpendapat bahwa timnya memang layak untuk lolos karena timnya sudah tampil maksimal pada laga tersebut.

"Saya selalu percaya bahwa kami memang layak untuk lolos ke babak 16 besar. Suasana di ruang ganti kami benar-benar bahagia setelah kemenangan ini."

"Kami berjuang mati-matian, kami terus berlari dan bertarung melawan tim yang sangat kuat secara fisik seperti Nigeria. Kami benar-benar bangga dengan permainan yang sudah kami mainkan."

Pada laga itu, Argentina harusnya dihukum penalti setelah Marcos Rojo melakukan handsball. Namun Higuain menyanggah bahwa hal itu bukanlah penalti.

"Saya rasa peluang itu bukanlah penalti. Marcos menyundul bola dengan kepala dan bola itu sedikit menyentuh tangannya." tandasnya.

Timnas Argentina akan menghadapi partai yang sangat berat di babak 16 besar nanti. Mereka harus menghadapi salah satu unggulan juara, Prancis untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.

Jerman Angkat Koper, Manuel Neuer Dikecam

Interbola - Mantan pemain, Chris Sutton mengecam penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer untuk perannya dalam kekalahan mengejutkan Jerman 0-2 dari Korea Selatan. Kekalahan yang membuat mereka akhirnya tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Sebagaimana diketahui, Jerman harus rela pulang lebih awal setelah di partai terakhir nan menentukan justru kalah dari Korea Selatan, yang sebelum pertandingan sudah dipastikan tersingkir.

Kenapa kok Manuel Neuer?

Kiper Jerman itu bermain sebagai penjaga gawang sepanjang pertandingan, tetapi ketika Jerman tertinggal 0-1 dan butuh gol, kiper Bayern Munchen tersebut mulai bermain di lini tengah, dengan dua pemain bertahan ada di belakangnya.

Langkah berani dari Neuer ini, sesuatu yang jarang dilihat dalam permainan modern, benar-benar menjadi bumerang ketika Hueng-Min Son berkeliaran di garis tengah dan kemudian berlari mengejar bola panjang dan dengan mudah memasukkan bola ke gawang yang kosong untuk memastikan sang Juara Dunia gagal mempertahankan gelarnya.

"Manuel Neuer, anda memalukan. Apa yang dia lakukan?! Dia bermain di sayap kiri! Dia adalah penjaga gawang, dorong ke depan salah satu dari bek tengah anda ke depan! Kenapa dia bermain di posisi itu?" kecamnya.

"Keputusan yang konyol, satu bola panjang - Son, gol dari permainan terbuka yang tak akan gagal. Jerman, anda mendapatkan apa yang layak anda dapatkan!" tutupnya

Jerman tersingkir di penyisihan grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1934 dan merupakan juara dunia ketiga berturut-turut yang keluar di babak penyisihan grup di turnamen empat tahun ini. Sebelumnya adalah Italia, juara 2006 yang tersingkir di penyisihan grup Piala Dunia 2010, kemudian Spanyol, juara dunia 2010 yang pulang lebih awal di Piala Dunia 2014.

Mampukah Australia Tembus 16 Besar Piala Dunia 2018?

Interbola - Australia akan bertemu dengan Peru di pertandingan terakhir penyisihan Grup C Piala Dunia 2018. Pertandingan ini akan digelar di Fisht Olympic Stadium, Selasa (26/6) hari ini pukul 21:00 WIB.

The Socceroos masih tanpa kemenangan pada turnamen sepakbola terbesar di dunia ini setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Denmark di Samara Stadium beberapa waktu lalu. Sebelumnya, mereka kalah melawan Prancis di pertandingan pertama dengan skor 1-2.

Dengan hasil dari dua pertandingan itu, Australia saat ini ada di posisi ketiga klasemen Grup  C dengan raihan satu poin dari dua pertandingan. Mereka berada tiga poin di belakang Denmark yang menempati posisi kedua.

Harapan dari anggota sepakbola Asia (AFC) tersebut untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka. Syaratnya, Australia harus meraih kemenangan saat melawan Peru di pertandingan terakhir, dan sekaligus berharap pertandingan Prancis vs Denmark berjalan sesuai harapan mereka, yakni berakhir dengan kekalahan Denmark.

Skenario tersebut akan menjadi impian dan harapan seluruh rakyat Australia karena hasil itu juga sekaligus melapangkan jalan mereka ke babak 16 besar, yang juga akan menjadi yang pertama kalinya sejak 2006 silam.

Namun itu bukan satu-satunya syarat bagi Australia untuk lolos. Karena bila mereka menang dan Denmark kalah, maka kedua tim akan memiliki poin yang sama, empat poin. Nah, di sinilah peraturan dari FIFA akan memainkan peran.

Ya, bila ada dua tim yang memiliki poin yang sama, maka yang pertama dihitung melalui aturan FIFA kali ini adalah selisih gol terbaik, bila masih sama maka akan dilihat tim mana yang paling banyak mencetak gol. Misalnya, Australia menang 1-0 atas Peru dan Denmark kalah 0-1 dari Prancis, maka selisih gol kedua tim adalah 0, namun Socceroos bisa menggeser posisi Denmark di posisi kedua karena memiliki jumlah gol memasukkan yang lebih baik.

Namun bila Australia menang 1-0 sementara Denmark kalah 2-3 dari Prancis, maka Australia akan tetap tersingkir karena kalah produktivitas gol dibandingkan Cristian Eriksen dkk.

Australia sendiri diprediksi akan mengalahkan Peru, yang masih belum mendapatkan poin di dua pertandingan sebelumnya setelah kalah dari Prancis dan Denmark, ditambah cederanya salah satu pemain utama mereka, Jefferson Farfan yang mengalami cedera kepala. Namun Mile Jedinak dkk tak boleh jemawa karena Peru akan bermain lepas dengan target meraih poin pertama mereka di Piala Dunia sekaligus pulang dengan kepala tegak.

Sebagai informasi, dua tim dari Grup C yang lolos akan bertemu dengan dua tim dari Grup D di babak 16 besar. Juara grup C akan bertemu runner up dari grup D, sementara runner up grup C akan bertemu juara grup D.

 

Facebook Page